Tanggung Jawab
1. Pengertian
Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan
yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti
berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian
kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan
tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua
sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa
bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu,
dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan mengabdian atau pengorbanannya.
Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh
usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
2. Makna
Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan tanda kematangan diri.
Mungkin ada diantara kita yang sudah sangat dewasa, tapi dari sisi perilaku,
pikiran dan keimanannya ternyata masih sangat muda. Sebaliknya, mungkin ada
yang usianya masih relatif muda, tapi sisi spiritual, pola pikir, dan tanggung
jawab sudah menunjukkan kematangan.
Seringkali tanggung jawab ditakuti orang. Berbagai
alasan diungkapkan untuk menghindari pertanggung jawaban. Padahal jika dilakoni
dengan baik, keberhasilan akan mudah diraih. Ada satu kata yang sering membuat
kita gagal, menyesal dan kecewa, yaitu: alasan.
Seorang yang hebat bukanlah orang yang mampu
mengarang banyak alasan. Seorang yang matang bukanlah mereka yang mampu
memberikan alasan-alasan yang kuat secara spontan. Seribu alasan bisa dikarang
dalam waktu singkat untuk membenarkan kekeliruan. Ada orang yang karena sudah
profesional, mudan sekali untuk mengarang alasan.
Kemampuan untuk beralasan akan menghambat kedewasaan
seseorang. Mungkin orang itu berhasil memberikan pengertian kepada orang lain,
tapi tingkatan perjalanan hidupnya takkan bertambah dan perilakunya takkan
matang.
Bagaimanapun membuat alasan bukanlah cara yang
terbaik untuk mematangkan diri. Daripada sibuk mencari alasan untuk membenarkan
kekeliruan kita, lebih baik meminta maaf kepada yang bersangkutan. Lebih baik
istighfar kepada Allah.
Alasan adalah kata-kata yang membuat seseorang
terlambat dewasa. Tanggung jawab membangun motivasi yang kuat. Ketika lari dari
tanggung jawab, mungkin kita bisa melepaskan diri dari beban besar; mungkin
pimpinan kit abisa menerima alasan kita dan seolah kita terbebas dari kesalahan
besar; mungkin atasan kita memaafkan, tapi ada masalah dalam diri kita sendiri.
Titik-titik hitam dalam diri kita akan bertambah.
Hampir semua alasan yang kita buat itu dimotivasi
oleh kebohongan. Kalau benar, itu sedikit dan sulit untuk dijadikan pedoman
secara umum. Kadang, ada orang membuat alasan dengan mendramatisirnya.
Sebenarnya alasannya satu, tapi ia bisa membuatnya sepuluh. Berarti sembilan
diantaranya adalah kebohongan. Hal itu akan mengotori batin kita.
Seringkali orang mengelak dari tanggung jawab.
Padahal, semakin besar tanggung jawab yang kita pikul, semakin cepat proses
kematangan diri kita. Kalau ada orang yang tidak mau mengemban tanggung jawab
dan menghindari kesulitan, takut menghadapi resiko, orang itu tidak akan
mencapai kematangan dan kedewasaan. Semakin tempaan, tantangan, dan tanggung
jawab yang kita pikul. Tuhan tidak akan pernah menyia-nyiakan orang seperti
itu. Kita hidup dengan tanggung jawab. Tanggun jawab menjadi ciri orang yang
hidup. Orang yang tidak mau mengemban tanggung jawab sama dengan mayat hidup
yang berjalan.
Tanggung jawab menghasilkan ketabahan dan ketekunan.
“Saya tidak mengkawatirkan kemakmuran material,
yang saya kawatirkan adalah kegersangan spiritual,” ungkap Paus Benedictus
beberapa waktu yang lalu. Jadi krisis keagamaan kita sekarang bukanlah
kemiskinan material, tapi ruhani.
Kalau orang tidak bertanggung jawab, ia tidak akan
mendapatkan apa-apa. Sebaliknya, orang yang banyak menunaikan tanggung jawab
maka Tuhan akan memberikan bonus kepadanya.
Ada orang yang pekerjaannya membawa map dari satu
perusahaan ke perusahaan lain, tapi tak ada yang mau menerimanya. Ada juga
orang yang sebaliknya, pekerjaannya hanya menerima transfer. Orang yang
dikejar-kejar perusahaan adalah dia yang besar rasa tanggung jawabnya.
Ternyata, orang yang selalu membawa map itu orang yang tak bertanggung jawab.
Dunia usaha dan pasar sekarang ini tidak lagi
mengandalkan titel. Yang paling penting adalah pengalaman kerja dan rekomendasi
orang-orang tertentu. Kalau kita terlambat untuk menjadi orang yang ideal, maka
anak-anak adalah tumpuan kita. Didiklah mereka menjadi anak yang benar dan
bertanggung jawab. Insya Allah kalau kita bertanggung jawab kepada anak dan
menularkannya kepada anak kita, niscaya ia takkan tega untuk menyakiti orang.
Tanggung jawab adalah tolak bala yang paling
efektif. Tidak perlu mencari dukun, azimat dan wirid. Kalau kita punya tanggung
jawab, rizki datang sendiri dan takkan ada bencana. Orang yang bertanggung
jawab memiliki motto: “berhentilah menyalahkan situasi.” Hal itu berarti orang
yang suka menyalahkan keadaan dan orang lain, itu tanda tak bertanggung jawab.
Mari kita bercermin diri. Biasanya, mencari
kesalahan adalah hal pertama ketika seseorang tertimpa masalah. Jarang ada
orang yang mau mengoreksi diri sendiri ketika ia tertimpa masalah. Begitu
tertimpa masalah, langsung ia mencari kambing hitam. Jangan-jangan kita orang
yang seperti itu. Padahal, telah jelas bahwa kita yang menjadi biang
masalah,misalnya.
Ketika tidak ada orang yang bisa dijadikan kambing
hitam, ia menyalahkan dirinya sendiri secara berlebihan. Maka, tidak jarang
orang seperti ini berujung dengan bunuh diri. Orang seperti ini tak laku di
dunia, apalagi di akhirat.
Macam-macam Tanggung Jawab
1. Jenis-Jenis
Tanggung Jawab
a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri sebagai perwujudan pendapat perasaan dan angan angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik di sengaja maupun tidak.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami istri, ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab terhadap keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajar apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus di pertanggung jawabkan pada masyarakat.
d. Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara
Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau aturan aturan yang dibuat negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab terhadap negara.
e. Tanggung jawab terhadap tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh tuhan dan jika dengan peringatan yang keras pun manusia masih juga tidak menghiraukan maka tuhan akan melalukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia perlu pengorbanan.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri sebagai perwujudan pendapat perasaan dan angan angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik di sengaja maupun tidak.
b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami istri, ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab terhadap keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajar apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus di pertanggung jawabkan pada masyarakat.
d. Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara
Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau aturan aturan yang dibuat negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab terhadap negara.
e. Tanggung jawab terhadap tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh tuhan dan jika dengan peringatan yang keras pun manusia masih juga tidak menghiraukan maka tuhan akan melalukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia perlu pengorbanan.
2. 1 Contoh
pada tiap-tiap jenis tanggung jawab
Pengabdian dan Pengorbanan
1. Pengertian
Pengabdian
Dalam
Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdi ataumengabdikan.
Seorang warga negara yang mengabdi kepada negaranya biasanya berpedomanhidup:
"Berjuang bagi negara tanpa mengharapkan imbalan apa-apa."Pengertian
pengabdian menurut WJS. Poerwodarminto adalah hal-hal yang berhubungandengan
mengabdi.
Mengabdi
adalah suatu penyerahan diri kepada “suatu” yang dianggap lebih, biasanya
dilakukan
dengan ikhlas, bahkan diikuti pengorbanan. Dimana pengorbanan berarti
suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupa materi,
perasaan, jiwa raga. Dengan begitu,Pengabdian adalah perbuatan baik yang
berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan,
cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukandengan
ikhlas.Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun
tenaga sebagai perrwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau
satu ikatan dan semua itu dilakukandengan ikhlas. Pengabdian bisa disebut juga
sebagai rasa tanggung jawab.Manusia merupakanmakhluk ciptakan Tuhan, sebagai
manusia kita wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdiantersebut berarti penyerahan
diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudantanggung jawabnya
kepada Tuhan Yang Maha Esa.Pengabdian yang baik dapat diartikan suatu tindakan
yang dilandasi dengan keikhlasandan kelapangan untuk membantu.Pengabdian dapat
juga diartikan sebagai pilihan hidup seseorang apakah inginmengabdikepada
orangtua, kepada agama dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negaradimana
pengabdian akan mengandung unsur pengorbanan dan kewajiban untuk
melakukannyayang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang
diabdikannya. Sebagai contoh, bilaorangtua mengabdi untuk mengasuh anak-anaknya
berkemungkinan besar nanti anak-anaknyaakan berbakti juga kepada kedua
orangtuanya, biarawan/wati yang mengabdi kepada agamadanTuhannya nantinya akan
dibalas amalannya di surga, ataupun pengabdian seorang pegawainegeri pada
bangsa dan negaranya biasanya akan diberi semacam penghargaan/tanda jasa
darinegara yang bersangkutan
2. Macam-Macam
Pengabdian
·
Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha
EsaYaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan
perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Contoh: Umat
Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat,
melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk
pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
·
Pengabdian kepada masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat,
sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian
juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha
memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa
imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
·
Pengabdian kepada raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena
dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh: Seorang
gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
·
Pengabdian kepada negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap
kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh:
Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda
yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
·
Pengabdian kepada harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya,
sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang- kadang ia tanpa
menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya
tidak dapat menikmati hartanya.
·
Pengabdian kepada keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan
terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
Jadi dengan melihat pengertian maupun macam- macam pengabdian/ pengorbanan,
memahami arti dan makna pengabdian dan pengorbanan, diharapkan kita
meneladaninya, karena sebenarnya hakekat pengabdian/ pengorbanan adalah
merupakan usaha memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai
manusia.
3. 1 Contoh
Pengabdian dalam Kehidupan Sehari-Hari
Sepasang
suami istri guru sekolah dasar di sebuah desa anaknya cukup banyak yaitu enam
orang. Untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga besar tersebut, si ibu tetap
berkerja sebagai guru, karena tahu bahwa gaji suaminya juga kecil. Si ibu di
rumah tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga, karena
memang tidak mampu membayar pembantu. Untuk urusan pendidikan di sekolah si
bapak yang bertanggung jawab, sedangkan si ibu untuk urusan pendidikan yang
bersangkutan dengan rumah tangga, si bapak membimbing putra putrinya dalam
belajar di rumah malam hari, sedangkan siang hari saling dengan praktek biologi
seperti menanam sayor koma, memeihara ternak yang hasilnya langsung dapat
dinikmati oleh keluarga, si ibu membimbing putra putrinya untuk mandiri,
setelah anak-anaknya mulai harus sekolah di kota mereka hanya di sewakan kamar
yang murah dengan memasak dan mencuci sendiri. Demikianlah maka kamar itu makin
banyak penghuninya oleh adik-adik yang juga menyusul kakak di kota. Seminggu
sekali seorang pulang untuk mengambil uang dan perbekalan di
desa, dan
sekali sebulan ayah ibu datang ke kota untuk tetap mengakrabkan hubungan
sebagai keluarga dan mengontrol anak-anaknya menjalankan kewajibannya secara
benar. Hal demikian juga diakukan oleh keluarga itu waktu anak terbesar harus
masuk ke perguruan tinggi. Pada waktu si sulung sudah tamat dan berkerja, iya
pindah ke tempat kerjanya dan berfungsi sebagai donatur terhadap adik-adiknya.
Wal halsil seluruh putra putri keluarga guru tersebut dapat menamatkan
sekolahnya dan menjadi sarjana. Sementara itu si bapak dan ibu bertahan
berkerja sebagai guru di desa demi mengabdi pada putra putrinya agar dapat
menjadi manusia yang hidupnya tidak sesulit dirinya. Waktu mereka sudah
pensiun, mereka merasakan bahwa pengabdiannya pada putra putrinya juga sudah
cukup, mereka puas karna membekali putra putrinya dengan ilmu yang dijadikan
kail dalam menempuh kehidupan ini. Orang tua itu tidak membekali dengan ikan,
karena akan cepat abis tanpa bekas!
4. Pengertian
Pengorbanan
Pengorbanan adalah suatu tindakan atas kesadaran moral yang tulus dan
ikhlas atau juga bisa diartikan sebagai kerelaan seseorang akan suatu hal yang
biasanya ditunjukan pada seseorang yang mempunyai tujuan atau makna dari
tindakannya itu, dalam bentuk pertolongan dan tidak berharap imbalan dari suatu
tindakan atau kerelaan, ikhlas semata-mata karna Tuhan. Pengorbanan
diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada
transaksi, kapan saja diperlukan.
5. Macam-Macam
Pengorbanan
·
Pengorbanan harta benda
·
Pengorbanan pikiran
·
Pengorbanan perasaan
·
Pengorbanan tenaga
6. Akibat dari
Pengorbanan
Pengorbanan
merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda,
pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan
secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian,
7. 1 Contoh
Tentang Pengorbanan
Contoh Pengorbanan itu sendiri misalkan dalam agama islam setiap hari
raya kurban dilakukan pengorbanan menyembelih sapi , kambing ataupun domba yang
dilakukan untuk menyedekahkan sebagian dari rezeki yang dimilikinya untuk
diberika kepada orang yang kurang mampu. Dalam pengabdian
selalu dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
Studi Kasus :
Pengabdian Kepada Orang Tua Yang Telah Melahirkan Kita,Kita Harus Tetap Hormat Bagaimanapun orang tua kita,karena merekalah yang telah menghadirkan kita kedunia ini.
Analisis : ya sebagai anak kita harus mengabdi sebagai kecil itu untuk hormat pada orang tua
Solusi : jangan melawan perkataan orang tua apalagi berkata untuk menolak dengan keras,sebaiknya ngomong secara sopan dan santun agar tidak mengundang rasa kekecewaan mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar